Berkah dari Negeri yang di berkahi

Senin, 19 Desember 2011

PENGARUH MAKANAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Telah menjadi sunnatullah dan hukum alam bahwa makan minum telah menjadi kebutuhan yang tak boleh tidak bagi setiap makhluk hidup. Tanpa makan minum, makhluk hidup tidak mungkin mengalami pertumbuhan. Setiap tumbuhan memerlukan makanan setiap hari agar bisa bertambah besar, semua jenis hewan juga sama, mereka butuh makanan, demikian juga manusia, makan dan minum telah menjadi bagian kehidupan mereka. Hanya saja, bagi masyarakat manusia, terutama manusia muslim, makan dan minum bukanlah segalanya, sebab hidup mereka bukanlah untuk makan dan minum. Bagi manusia, makan dan minum hanyalah sebuah syarat agar bisa melangsungkan kehidupan. Dan tujuan kehidupan mereka sesungguhnya adalah mengabdi dan menghambakan diri hanya kepada Allah SWT. Meskipun demikian, makan dan minum tetaplah menjadi sangat penting bagi kehidupan manusia, sebab pengabdian kepada Allah sebagai tujuan kehidupan setiap manusia muslim, tidak akan berjalan sempurna jika manusia tidak mengkonsumsi makanan. Allah sendiri telah menetapkan bahkan memerintahkan agar segenap manusia mengkonsumsi makanan agar kehidupan mereka terus berlanjut.

Hanya saja yang menjadi pertanyaan, makanan yang bagaimana yang harus di konsumsi manusia khususnya manusia muslim ? Allah dengan tegas menjelaskan bahwa makanan yang harus di konsumsi manusia adalah makanan yang halal, baik halal secara lahirnya maupun halal dari cara mendapatkannya. Mengapa harus makanan yang halal yang harus di konsumsi manusia ? Apakah pengaruhnya bagi kehidupan, bagi watak, karakter dan sikap, jika mengkonsumsi makanan yang tidak halal alias makanan yang haram ? Inilah yang akan kita coba bahas dalam kesempatan khutbah kali ini.

Pernahkah kita memikirkan tentang makanan yang kita konsumsi setiap hari ? Pernahkah kita mempertanyakan kepada diri kita sendiri tentang status kehalalan makanan yang kita makan ? Lalu, pernahkah kita mempertanyakan juga tentang sumber makanan yang kita dapatkan, bagaimana cara mendapatkannya, sudah halalkah caranya, atau malah bercampur dengan cara yang haram ? Sebagian kita bahkan mungkin tak pernah memikirkan halal haramnya makanan, barangkali halal lahirnya, tapi cara mendapatkannya seharusnya menjadi pemikiran kita, sebab jangan-jangan makanan yang kita makan tercampuri dengan hal yang haram. Barangkali sebagian besar kita menganggap makanan, halal atau tidak, hanyalah masalah sepele. Masalah kecil yang tak perlu dipikirkan. Sebab makanan yang halal atau haram, ujungnya juga sama, harus berakhir di tempat pembuangan. Namun, bagaimana reaksi kita jika kita mendengarkan penjelasan Rasulullah tentang bahayanya makanan haram jika kita konsumsi, tidak kah kita seperti terbetot dan tersentak untuk memikirkan status makanan yang kita makan ?
Rasulullah pernah bersabda :
                                                                                                    كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ سُخْطٍ فَالنَّارُ اَوْلَ يِهِ
Setiap daging dari tubuh manusia, yang tumbuh membesar dari benda dan asal yang haram, maka sungguh hanyalah nerakalah yang layak untuknya…

Allah SWT dengan tegas memperingatkan kita manusia agar memikirkan masalah makanan yang kita konsumsi.

                                                                                                           فَلْيَنْظُرِ الإنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ

Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

Lalu Allah memberikan ketentuan makanan yang bagaimana yang harus di konsumsi manusia. Allah berfirman:

                                                                                  يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الأرْضِ حَلالا طَيِّبًا

 Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.

Berdasarkan ayat tadi, Allah SWT membatasi manusia agar hanya mengkonsumsi makanan yang halal lagi baik. Tidak hanya halal, tetapi juga baik dan cocok dengan kondisi tubuh. Sebab tidak semua makanan yang halal adalah baik bagi tubuh. Daging kambing misalnya, adalah contoh makanan yang halal, tetapi termasuk makanan yang tidak baik dan tak layak dikonsumsi bagi penderita penyakit darah tinggi. Jika penderita darah tinggi nekad mengkonsumsi daging yang memicu tensi darahnya, akan nampaklah betapa Allah sudah memperingatkan agar makan makanan yang halal lagi baik.  Semua jenis kacang-kacangan, adalah halal untuk dikonsumsi, tetapi sangat tidak baik dan tak boleh dimakan oleh penderita asam urat. Bagaimana kalau nekad makan kacang-kacangan? Akan timbul akibat semakin parahlah penyakit asam uratnya.

Lalu, tidak semua makanan yang tampaknya baik, yang tampaknya mengandung gizi yang cukup, adalah halal dikonsumsi. Bisa jadi zatnya mengandung protein dan gizi yang cukup, tetapi tidak halal di konsumsi. Barangkali memang termasuk makanan yang sesungguhnya halal di makan, serta baik dan cocok di konsumsi bagi tubuh, tetapi jika cara mendapatkannya dengan cara haram, dengan cara menipu, hasil dari riba, hasil melipatgandakan uang yang dilarang agama, hasil dari pencurian, maka hukumnya pun menjadi haram dan tak layak dikonsumsi.

Apa sih sesungguhnya pengaruhnya dalam kehidupan jika kita kaum muslimin mengkonsumsi makanan yang haram baik haram secara lahirnya maupun cara mendapatkannya ? Bahayakah bagi kehidupan dunia dan akhirat ?

Disetiap perintah Allah pasti tersimpan rahasia dan hikmah yang bermanfaat bagi kita, sebaliknya di setiap larangan, pasti ada bahaya dan hal yang tidak baik bagi kita. Allah perintahkan sholat, sebabnya sholat mengantarkan ketenangan hidup. Allah perintahkan puasa, sebab di dalam puasa ada teraphy kesehatan yang membuat tubuh tetap terjaga dari kerusakan. Allah wajibkan zakat, sebab di dalam zakat ada kebersamaan dan mengurangi kesenjangan sosial. Sebaliknya, Allah larang berjudi, sebab judi melahirkan kemiskinan dan permusuhan, Allah larang mencuri, sebab mencuri membuat susah orang lain, Allah haramkan riba, sebab di dalam riba ada unsur yang merugikan, baik bagi yang melakukan riba maupun yang menerima riba.

Demikian juga dalam masalah makanan. Makanan yang halal lagi baik, akan membuat tubuh menjadi sehat dan bersemangat dalam berkarya yang bermanfaat, membuat jiwa dan hati dipenuhi semangat beribadah kepada Allah. Terasa hidup penuh berkah. Sebaliknya makanan yang haram, baik haram lahirnya maupun haram cara mendapatkannya, akan membuat tubuh menjadi sakit dan terkontaminasi dengan virus-virus yang haram. Kalaupun ada makanan haram yang membuat tubuh menjadi sehat, tetap saja ada pengaruhnya bagi perkembangan jiwa dan hati kita. Jiwa dan hati kita akan menjadi malas berkarya, malas beribadah. Tubuhnya sehat, badannya kuat, tetapi akan terasa berat melakukan kebaikan.

Mari kita lihat lebih lanjut penjelasan Rasulullah dalam haditsnya tentang bahayanya memakan makanan haram. Di dalam hadits yang kita sebutkan tadi bahwa Rasulullah SAW memberikan warning betapa bahayanya mengkonsumsi makanan yang haram.Rasulullah bersabda :
                                                                                                   كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ سُخْطٍ فَالنَّارُ اَوْلَ يِهِ

Setiap daging dari tubuh manusia, yang tumbuh membesar dari benda dan asal yang haram, maka sungguh hanyalah nerakalah yang layak untuknya.

Ya Allah ya Robb…Hanya neraka yang layak ditempati bagi setiap daging yang tumbuh membesar dari makanan yang haram, haram karena lahirnya, haram karena didapatkan dari cara yang diharamkan.

Al-Hafidz Ibnu Mardawaih meriwayatkan sebuah hadits yang berasal dari Ibnu Abbas bahwa ketika Rasulullah SAW membaca ayat:

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الأرْضِ حَلالا طَيِّبًا وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ 

 Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. [Al-Baqarah : 168]


Lalu, Sa’ad bin Abu Waqqash berdiri kemudian berkata: “Ya Rasulullah, doakan aku agar aku senantiasa menjadi orang yang dikabulkan do’anya oleh Allah”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan do’anya. Demi (Allah) Yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amal-amalnya selama empat puluh hari, dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba maka neraka lebih layak baginya”.

Aduh ya Allah...mengkonsumsi makanan yang haram menyebabkan amal-amal sholeh yang kita lakukan tidak diterima selama 40 hari, hal ini jika sekali kita lakukan, andai tiap hari kita memakan makanan yang haram, maka selama-lamanya amal kita tak diterima Allah. Yang lebih ngeri jika sumber makanan yang kita makan adalah hasil riba, hasil menipu, maka neraka lebih layak menjadi tempat kita. Aduh ya Robb...irhamna ya Robb...

Dalam hadits lainnya yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah menyebutkan : Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak menerima sesuatu kecuali yang baik." Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang beriman, seperti Dia perintahkan kepada para rasulNya dengan firmanNya,: "Wahai para Rasul, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kalian kerjakan". Dan firmanNya: "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik, dan bersyukurlah kamu kepada Allah, jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah." Kemudian Rasulullah menyebutkan seorang laki-laki yang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut lagi berdebu. Orang tersebut menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo'a: "Ya Tuhanku .. Ya Tuhanku .." Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, dan baju yang dipakainya dari hasil yang haram. Maka bagaimana mungkin do'anya akan dikabulkan?" (HR. Muslim, shahih).

Aduh ya Robb...Makanan haram menyebabkan doa tidak diterima, tidak di ijabah, tidak dikabulkan Allah SWT...

Yang semakin membuat semakin sesak di dada adalah bahwa makanan yang kita makan sangat besar pengaruhnya pada watak dan prilaku kita. Ilmu kedokteran menjelaskan bahwa di dalam tubuh kita ada ion-ion positif. Ion positif hanya mau berinteraksi dengan ion positif pula. Satu contoh, jika suatu saat kita melakukan kesalahan, jika kita memiliki iman, akan muncul di dalam jiwa kita rasa bersalah. Ini menandakan ion positif dalam tubuh kita sesungguhnya menolak ikut berpartisipasi dalam berbuat kesalahan. Ion positif juga ada pada makanan yang halal. Jika ion positif yang ada pada makanan halal bertemu dengan ion positif yang ada dalam tubuh kita, artinya kita mengkonsumsi makanan yang halal, maka munculnya satu kekuatan yang membuat tubuh, jiwa dan hati kita dipenuhi semangat untuk berkarya dan beribadah. Sebaliknya, makanan yang haram mengandung ion negatif, jika ion negatif yang ada pada makanan haram dipaksakan bertemu dengan ion positif dalam tubuh kita, maka ion positif yang ada pada tubuh kita akan teracuni yang lama kelamaan ion negatif tadi menjalar ke seluruh tubuh dn menguasai semua bagian dari tubuh kita. Tubuh kitapun kini, telah dipenuhi oleh ion negatif. Akibatnya tubuh dan jiwa kita tak lagi bersemangat dalam berbuat kebaikan. Malas beribadah, enggan berkarya dalam kebaikan.

Secara pribadi, saya merasa sangat ngeri dengan nasib saya di hadapan Allah kelak. Diri ini rasanya sangat berat mengunjungi masjid untuk sholat jamaah, Diri ini rasanya enggan sekali membaca Al Quran, rasanya malas sekali mendirikan sholat, rasanya malas sekali berbuat kebaikan, apakah ini pertanda bahwa makanan yang saya konsumsi tiap hari bercampur dengan makanan yang haram sehingga saya menjadi malas beribadah. Aduh ya Robb...irhamni ya Robb...irhamni..

Akankah ini juga di alami oleh isteri, anak-anak dan anggota keluarga kita ?Akankah kita meracuni kehidupan keluarga kita dengan menafkahi mereka dengan rizeki dari sumber yang haram? Menafkahi keluarga dengan makanan yang haram, berarti kita yang menyeret anggota keluarga kita tak diterima amalnya, tak di ijabah doanya, akan mengantarkan anak-anak menjadi generasi yang pemalas, generasi yang ahli meninggalkan sholat dan kewajiban agama lainnya, generasi yang jauh dari agama, dan yang paling ngeri, setiap daging yang tumbuh dari diri mereka sudah dipersiapkan tempatnya di dalam neraka. Masya Allah, haruskah seorang anak yang masih usia balita, sudah pesankan tiket masuk neraka karena orang tuanya memberikan makanan yang haram...Ya Allah ya Robb...

Marilah kita mengadakan instrospeksi diri tanpa berprasangka buruk siapa diantara kita yang telah mengkonsumsi makanan yang haram, sebab masing-masing tetap berkeyakinan apa yang kita konsumsi adalah jelas halalnya. Marilah kita pikirkan nasib kita di masa depan. Zaman kini benar-benar telah menjadi gila. Manusia yang memikirkan cara mereka mendapatkan harta dengan cara yang benar, bersih dan halal, sudah semakin sedikit. Asal harta bisa di raih, cara apapun di halalkan. Praktek-praktek mendapatkan harta dengan cara yang haram dapat dengan mudah kita saksikan di zaman ini. Perampokan, penipuan, riba, korupsi, kolusi dan yang lainnya hampir-hampir selalu diekspos tiap hari oleh koran-koran dan televisi atau media lainnya. Seolah-olah hal ini sudah merupakan masalah yang biasa. Orang zaman sekarang seperti tak bisa hidup tanpa judi dan riba. Yang sangat menyedihkan mereka mengatakan bahwa mereka tak bisa membuka usaha jika tidak melakukan riba. Manusia benar-benar menggunakan segala macam cara dalam rangka untuk mendapatkan harta yang sebanyak-banyaknya. Benarlah prediksi Rasulullah SAW 15 abad yang lalu, saat itu beliau bersabda: "Akan datang suatu zaman, dimana seseorang tidak lagi peduli terhadap apa yang ia ambil, apakah itu halal atau haram.". dan zaman yang diprediksi Rasulullah tersebut kini telah tiba di tengah-tengah kehidupan kita.

Hendaknya kita bermuhasabah, banyak-banyak introspeksi diri. Berapa banyak do'a yang telah kita panjatkan kepada Allah, berapa banyak istighotsah digelar dalam rangka mengatasi berbagai krisis yang mendera bangsa kita, dan berbagai bencana yang menimpa negeri kita. Namun pada kenyataannya bencana demi bencana tetap melanda, berbagai krisis tidak teratasi dan berbagai kesulitan tak kunjung usai. Mungkinkah ini karena bangsa Indonesia sudah terbiasa dengan praktik-praktik mendapatkan harta dengan cara yang haram? Sudah terbiasa mengkonsumsi barang-barang haram, sehingga Allah tidak mengabulkan do'a-do'a kita?

Sekali lagi mari berinstropeksi diri dan berbenah. Mari memperbaiki diri.

Kita yang ikhtiarnya mencari rizeki sebagai guru, mari menjadi guru yang baik. Guru yang tidak korupsi waktu. Agar penghasilan yang diterima menjadi benar-benar halal dan layak di makan.

Kita yang ikhtiarnya mencari rizeki sebagai petani, mari menjadi petani yang baik. Petani yang beriman dan takut jika hasil cocok tanamnya bercampur dengan yang haram.

Kita yang ikhtiarnya mencari rizeki sebagai pengusaha dengan mengelola toko, mari menjadi pebisnis yang jujur, agar hasilnya manis dan jelas halalnya. Hindari praktik riba agar hasilnya berkah.

Kita yang ikhtiarnya mencari rizeki menjadi seorang Internet Marketer, hendaknya sangat ekstra hati-hati. Jangan sampai bisnis kita justeru merugikan orang lain, mencuri hak ciptanya, menghack situsnya. Jangan sampai bisnis online yang kita tekuni kita campuri dengan perbuatan-perbuatan haram, tindakan yang merugikan orang lain meskipun orang kafir, agar hasilnya bersih, berkah dan membuat hidup menjadi lebih bersemangat sebab darah kita, daging kita, tumbuh dari sumber yang halal dan jelas bersihnya.

Demikian juga dengan ikhtiar lainnya, senantiasa berhati-hati agar apa yang kita usahakan hasilnya tidak terkontaminasi dengan hal-hal yang haram.

Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan lahir bathin kepada kita untuk mampu dan mau berikhtiar dengan cara yang bersih dan halal. Semoga Allah menjaga kita semua dari praktek-praktek haram yang menghasilkan rizeki yang haram, yang sesungguhnya tak layak untuk di konsumsi oleh kita sebagai muslim yang beriman kepada Allah SWT. Amin ya Robbal alamin.

Read more!
Read more!

Sabtu, 03 Desember 2011

SEBUAH IMPIAN: PENDEKAR AMAZON DAN RIBUAN DOLLAR / BULAN

Dunia bisnis online sesungguhnya sesuatu yang asing bagi saya di awal tahun 2008, bahkan sekitar 2 tahun sebelumnya, saya adalah seorang mahasiswa gaptek yang mendekati computer aja takut. Keadaanlah kemudian yang memaksa saya mau “ berpacaran “ dan akhirnya “ bercinta “ dengan computer. Terlebih setelah saya mengenal dunia maya. Saya makin “ sayang dan cinta “ dengan dunia computer, dunia Teknologi, Informasi dan Komunikasi. Kecintaan saya pada dunia maya seakan telah mendarah daging. Rasanya ada yang kurang jika sehari saya tidak terkoneksi dengan dunia maya. Seiring itu pula, saya mulai belajar tentang bisnis online.

Sudah cukup lama juga saya belajar bisnis internet ini, namun hasilnya selalu nol. Saya pernah mengikuti program affiliasi – nya JS dengan Forbis-nya, namun karena kalah saing dengan affiliater lainnya, ditambah kurangnya pengetahuan SEO, saya mundur pelan dari bisnis affilasi-nya JS. Lalu, saya juga pernah mencoba bisnis PTC, ini pun tak menghasilkan apa-apa selain capek dan jenuh. Saya pun mundur dari bisnis bermodalkan klik ini. Selain jenuh dan capek, sebab utama saya mundur dari bisnis PTC adalah banyaknya iklan yang bertentangan dengan hati nurani saya, misalnya iklan-iklan yang menampilkan bisnis yang tidak sesuai dengan syariat agama. Sayapun terus berfikir. Masih adakah model bisnis yang menjanjikan passif income ? Entah dari mana datangnya, ada dua kata yang muncul dari pikiran saya. Amazon dan Ebay. Ya…ya…saya harus belajar tentang Amazon. Saya tanyakan informasi tentang Amazon pada Mbah Google. Simbah pun menjawab dengan menampilkan semua informasi tentang bisnis Amazon.

Dalam salah satu pencarian saya, saya menemukan satu situs : Belajar Bisnis Internet Dot Com. Saya seakan menemukan jawaban solusi bisnis yang tepat. Ya ini dia yang saya cari. Sebuah sekolah bisnis online yang mengajarkan pembuatan Minisite yang menjual atau mempromosikan produk-produk Amazon. Bagi para pebisnis, Amazon bukan lagi sebuah situs yang asing. Amazon adalah sebuah situs yang telah menjadi toko online terbesar yang menjual berbagai macam produk. Berita baiknya, Amazon menyelenggarakan program affiliasi alias keagenan. Setiap affiliater alias agen berhak mendapatkan komisi dari Amazon jika produk yang dipromosikannya terjual. Inilah yang diajarkan sekolah bisnis BBI ( Belajar Bisnis Internet ) ini. Saya pun tak mau lagi ketinggalan. Saya ingin segera bergabung dengan situs yang di kenal dengan BBI ini, namun sayang program pembelajaran alias kursus online yang di selenggarakan BBI saat saya menemukannya sedang tidak menerima peserta. Namun di sarankan agar saya mengisikan nama dan email di kotak kosong disana, tujuannya jika nanti BBI mengadakan kursus online, segera mendapatkan konfirmasi via email. Dari sini pula saya akhirnya membeli Buku Best Seller Maha Karya dua mentor BBI, Pak DuaTo ( Pak Sukarto dan Pak Hianoto ) yaitu Sukses Berbisnis di Internet Dalam 29 Hari. Saat yang di tunggu-tunggu pun tiba, saya di informasikan oleh BBI lewat email bahwa BBI membuka kursus online membuat Minisite, dengan nama Affiliate Site Blueprint Home Study Course(ASB HSC).

Singkat cerita, saya ingin segera bergabung dan langsung aktivasi. Namun kendalanya saya tidak ada biaya untuk mengikuti Affiliate Site Blueprint Home Study Course(ASB HSC) ini. Kesulitan lain masalah koneksi. Saya tinggal yang belum ada jaringan telephon sehingga jaringan internet pun belum masuk. Saya konsultasi dengan BBI, bisakah kursus ASB HSC ini di lakukan warnet. BBI menjawab, ternyata ASB HSC bisa di lakukan dimana saja dan kapan saja, termasuk di warnet. Girang bukan main saya, langsung saya gabung dan aktivasi. Untuk aktivasi, karena pas waktu itu lagi Kantong Kempes, saya NGUTANG DULU dengan Bendahara Sekolah tempat saya mengajar ( saya memang seorang guru ). Saya langsung tancap gas, saya download semua Modul ASB HSC berikut Videonya. Ruuuuuaaaar Biasa. Saya benar-benar merasa sangat beruntung bisa mengikuti Affiliate Site Blueprint Home Study Course(ASB HSC) ini. Materinya sangat padat, lengkap dan detil sekali. Semua langkah di ajarkan dengan sangat jelas, jika ada masalah bisa langsung konsultasi. Hebatnya lagi, BBI menyediakan sebuah Forum, diberi nama BBI Insider. Di forum ini semua peserta ASBC saling berdiskusi, yang senior membimbing yang junior, dan yang junior tanpa segan-segan minta bantuan kepada senior. Rasanya semua peserta telah menjadi satu saudara yang sulit terpisahkan. Saling mencintai. Saling membantu. Dan Saling berpromosi. He he.. Saya pelajari semua modul. Saya pelajari satu persatu, setiap selesai satu modul, langsung praktek sesuai petunjuk dalam video. Saya lakukan pemilihan produk, lalu saya riset, saya tentukan PK dan SK nya, lalu saya kirimkan hasilnya ke Coach BBI untuk di nilai, hasilnya kerja saya di nilai bagus. Lanjut dengan memilih nama domain, menghubungkannya dengan web hosting, menyiapkan segala sesuatunya, terutama konten dan isinya, dan akhirnya pada hari Selasa Sore tanggal 8 Juni 2011, saya telah berhasil melaunching Minisite Pertama saya dengan alamat www:garmin1390lmtbest.com. Sambil tetap melakukan promosi ke berbagai Site Media dan News, saya segera menyiapkan Minisite Kedua. Pilih produk, merisetnya, menentukan PK dan SK nya, menentukan nama domain, dan lain sebagainya. Akhirnya Minisite Kedua pun selesai dengan alamat www:appleipod160gb.com dan kemudian langsung launching pada hari Jumat Malam Sabtu 1 Juli 2011, kurang lebih 20 hari setelah launching Minisite Pertama. Dua Minisite sudah saya miliki. Saat ini saya sedang of, artinya istirahat tidak membuat minisite. Alasannya saya ingin pindah hosting, tetapi menghadapi kendala masalah Paypal. Nah, mungkin pembaca ingin bertanya, sudahkah saya pecah telur ? Sudahkah mendapatkan dollar dari dua minisite yang saya buat ? kesulitan apa saja yang dihadapi ? Setidaknya ada dua kesulitan bagi saya, pertama masalah koneksi, karena terbatasnya koneksi, saya hanya fokus 2 jam saja dalam pembuatan Minisite saya dan itupun saya lakukan di warnet. Seandainya saya telah memiliki koneksi sendiri, kemungkinan besar hingga kini saya telah melaunching setidaknya 10 Minisite. Kesulitan kedua, masalah artikel Bahasa Inggris. Saya sangat pas-pasan dalam menulis artikel berbahasa Inggris, kalau Anda mengunjungi salah satu minisite saya diatas, Anda akan melihat betapa Ancurnya grammar artikel saya. Karena itu, saya hampir tidak melakukan promosi dan mencari backlink melalui artikel untuk di submit ke berbagai media site, khususnya Amabacklinks. Karena itu, saya hanya melakukan upaya mencari backlink dari Web. 2.0.

Namun taukah Anda semua, meski hanya mengandalkan backlink dari Web.2.0, tanpa submit artikel ke berbagai media social site, Al Hamdulillah…saya telah pecah telur. Ya saya telah pecah telur. Saya berhasil mendapatkan dollar dari dua minisite yang saya buat. Tidak besar memang, tetap cukup membuat saya sangat senang, ternyata orang gaptek seperti saya mampu berjualan dengan orang-orang bule di Inggris atau di Amerika sana. Terbukti sudah, materi yang diajarkan BBI benar-benar mantab dan terbukti bisa menghasilkan dollar. Saya punya mimpi, Saya harus menjadi Pendekar Amazon yang sukses, entah satu atau dua tahun ke depan, jika saya telah memiliki 100 buah Minisite, dan jika satu minisite mampu melakukan satu penjualan saja perbulan, dan satu penjualan itu komisinya dari Amazon adalah 10 dollar, maka 10000 dollar per bulan kemungkinan besar akan tercapai. Itu 100 Minisite ? Bagaimana kalau sempat punya 1000 Minisite atau 10000 Minisite ?

Waaaooooow…..menjadi Milyarder bro…..Oo iya, Mas bro dan Mbak Sis semua, impian terbesar saya sebagai Pendekar Amazon yang berpenghasilan ribuan dollar perbulan adalah saya mampu membahagiakan kedua orang tua saya, yaitu saya bisa memberangkatkan mereka ke tanah suci Mekkah menunaikan ibadah haji. Mohon doanya Mas Bro dan Mbak Sis semua agar Impiam Besar saya ini terwujud dengan segera. Nah, apa impian Anda semua ? apakah anda tidak memiliki impian seperti saya? Nah jika Anda punya mimpi seperti saya, Anda harus mewujudkan mimpi Anda.

Update : Ini Screenshoot Jualan saya di Amazon, belum banyak memang, tapi cukup menyenangkan hati bagi Newbie seperti saya.





Read more!
Read more!

Minggu, 05 Desember 2010

Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah

1. Membaca Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah adalah tradisi di kalangan kaum muslimin jika telah berada di penghujung tahun Hijriyah dan di ambang pintu Tahun Baru.

DOWNLOAD DOA AKHIR DAN AWAL TAHUN HIJRIYAH (KLIK DI SINI )

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

2. Doa akhir tahun di baca tiga kali pada waktu ashar di hari terakhir bulan Dzulhijjah, yaitu senja hari tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah, tepatnya detik-detik meninggalkan tahun lama menuju tahun baru, sedangkan doa awal tahun di baca tiga kali setelah sholat maghrib hari pertama bulan Muharram di tahun baru, tepatnya sekitar 2 jam setelah membaca Doa akhir tahun.
3. Berdasarkan apa yang beredar di kalangan kaum muslimin, hukum membaca Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun ini, adalah sunnah dan berpahala, bahkan ada yang meyakini mempunyai faidah bisa menyelamatkan dari syetan dan bala tentaranya selama setahun penuh. Hal ini diantaranya di sebutkan dalam kitab kecil bernama Majmu' Syarif yang terbitan Toko Kitab Al Hidayah Surabaya tidak mencantumkan penulisnya.
4. Ada lagi keterangan yang saya belum tau sumbernya dari mana, menyebutkan bahwa Ibnu Abbas berkata : " Siapa saja yang membaca Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah pada tanggal 1 Muharram, maka Allah mewakilkan dua malaikat untuk melindunginya dari Syetan sepanjang tahun tersebut.
5. Saya sedikit banyak telah berusaha untuk melacak keterangan tentang asal muasal Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah di berbagai kitab hadits, namun tidak saya temukan satu hadits pun yang menjelaskan tentang Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah tersebut. Dengan demikian, kemungkinan Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah tersebut bukan berasal dari keterangan hadits, tetapi gubahan para ulama kita. Itupun tak jelas ulama siapa, namanya siapa, yang menggubah Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah tersebut. Jika ada yang tetap menganggap Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah tersebut di ambil dari keterangan hadits, mohon kiranya berkenan menyebutkannya dan menulis sebuah artikel tentang Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah berdasarkan hadits yang dia temui.
6. Jika benar Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah tersebut tidak berdasarkan hadits Rasulullah, lalu bagaimana hukum membacanya ?
Perlu di fahami dengan benar bahwa :
1. Berdoa adalah ibadah, demikian pesan Rasulullah dalam berbagai haditsnya. Allah sendiri memerintahkan kita untuk berdoa kepada – Nya dan Dia berjanji akan mengabulkan semua doa kita. Berdoa dengan lafadz doa Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah, berarti juga ibadah.
2. Berdoa boleh kapan saja, tidak tertentu pada awal atau akhir tahun. Akan tetapi, ada berbagai hadits yang menjelaskan doa pada waktu-waktu tertentu, misalnya Nabi pernah mengajarkan jika seseorang mau tidur, di sunnahkan membaca doa bismika allahumma ahyaa wa amuutu. Nabi juga mengajarkan jika masuk waktu pagi atau masuk waktu sore, di sunnahkan membaca wirid-wirid tertentu. Silakan Anda buka berbagai kitab salaf, yang kecil saja, Al Adzkar An Nawawiyah, banyak kita temukan bahwa Nabi mengajarkan untuk membaca doa dalam berbagai keadaan dan waktu. Dengan demikian, membaca Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah pada penghujung dan awal tahun, tidak bertentangan dengan keterangan Rasulullah. Bahkan dengan banyaknya hadits Rasulullah yang menerangkan untuk membaca doa dalam berbagai keadaan dan waktu, seakan isyarat dari Rasulullah agar kita berdoa pada saat tertentu, misalnya pada penghujung dan awal tahun, meskipun tidak hadits yang menerangkan kesunnahan membaca doa pada penghujung dan awal tahun.
3. Berdoa juga boleh dengan bahasa apapun, baik bahasa arab maupun bahasa lainnya. Sebab Allah Maha Mengetahui dan Maha Faham dengan bahasa apapun.
4. Lafadz doa yang terbaik tentu saja doa yang berasal dari ayat Al Quran, misalnya Doa Sapu Jagad
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ) ). Lalu doa yang berasal dari Rasulullah, seperti doa sholat tahajjud atau tarawih. Akan tetapi kita tetap di bolehkan menyusun sendiri lafadz doa yang kita inginkan sesuai kondisi kita, boleh dengan bahasa arab jika memang ahli dalam bahasa arab, juga boleh dengan bahasa lainnya. Misalnya ketika kita sudah berusia lanjut, hampir kepala tiga, belum juga menemukan jodoh kita, boleh kita menyusun lafadz doa sesuai kondisi kita, misalnya Allahumma zawwijniy fauron ( Ya Allah, nikahkanlah aku dengan segera ). Dengan demikian, doa pada penghujung dan awal tahun juga boleh kita susun sendiri sesuai keadaan kita.
5. Kesimpulannya :
• Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah tidak dijelaskan dalam hadits Rasulullah.
• Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah adalah gubahan para ulama, yang kemudian diamalkan para ulama berikutnya, dan dikuti kaum muslimin.
• Meskipun tidak dijelaskan dalam hadits Rasulullah, hanya merupakan gubahan para ulama, tetapi kaum muslimin tetap boleh membaca Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah, dengan catatan :
 Tidak meyakini bahwa membaca Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah adalah kewajiban atau kesunnahan, sebab tidak ada hadits yang menjelaskan kesunnahannya.
 Tidak meyakini bahwa membaca Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah memiliki fadilah terjaga dari syetan selama setahun, sebab hal ini juga tidak ada keterangannya dari Rasulullah.
 Tidak meyakini bahwa lafadz Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah harus berupa lafadz doa yang telah lama beredar seperti tertulis di bawah ini. Kita boleh membuatnya yang lain sesuai kemampuan dan kondisi kita.

Semua yang saya tulis di atas adalah hasil pelacakan dan pemikiran saya, jika kemudian ada yang menemukan keterangan dari hadits yang menerangkan Doa Awal Tahun dan Doa Akhir Tahun Hijriyah, maka dengan senang hati saya akan meralat tulisan ini.

Abu Daris Furqona MA

DOWNLOAD DOA AKHIR DAN AWAL TAHUN HIJRIYAH (KLIK DI SINI )

DOA AKHIR TAHUN

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. وصَلَّى اللّهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلىَ آلِهِ وصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . اللّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِى هذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْه بَعْدَ جَرَأَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ ، فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّاتَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَّابَ فَأَسْأَلُكَ . اللّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَاذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ. وصَلَّى اللّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلىَ آلِهِ وصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.


Terjemahnya :
Aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Sholawat dan salam tetap tercurahkan buat Junjungan Alam Nabi Agung Muhammad SAW dan segenap keluarga dan sahabatnya. Ya Allah…..Perbuatan apa saja yang telah aku perbuat sepanjang tahun ini yang Engkau melarangnya, dan aku belum juga bertaubat atas perbuatan itu, Engkaupun tak pernah ridho dengan perbuatan itu, juga tak melupakannya, Engkau tetap menyayangiku meski Engkau Maha Kuasa menimpakan siksa padaku. Engkau memerintahkan aku untuk bertaubat dari perbuatan itu, maka aku mohon ampun kepada-Mu, Ampunilah aku ya Robb. Dan perbuatan apa saja yang telah aku perbuat sepanjang tahun ini yang Engkau ridho atasnya dan Engkau menjanjikan pahala atas perbuatan itu, maka aku mohon kepada-Mu pahala dari perbuatan tersebut. Ya Allah Dzat yang Maha Mulia dan Dzat yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, terimalah amal perbuatanku yang Engkau ridhoi, janganlah Engkau putuskan harapanku kepada-Mu Wahai Dzat yang Maha Mulia. Semoga Sholawat dan salam tetap tercurahkan buat Junjungan Alam Nabi Agung Muhammad SAW dan segenap keluarga dan sahabatnya.

DOA AWAL TAHUN

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. وصَلَّى اللّهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلىَ آلِهِ وصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . اللّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضَلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدَكَ الْمُعَوَّلِ، وَهذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُوْدِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هذِهِ الْنَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَالإِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وصَلَّى اللّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلىَ آلِهِ وصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Terjemahnya :
Aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Sholawat dan salam tetap tercurahkan buat Junjungan Alam Nabi Agung Muhammad SAW dan segenap keluarga dan sahabatnya. Ya Allah Engkau adalah Dzat yang Maha Kekal, Maha Dahulu dan Awal, Dengan Kemuliaan – Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu yang sempurna, telah datang tahun baru, maka kami mohon kepada-Mu perlindungan sepanjang tahun ini dari Syetan, bala tentara dan para pembantunya, dan kami mohon kepada-Mu pertolongan atas hawa nafsu yang tak pernah berhenti mengajak kami melakukan perbuatan jahat, serta kami mohon kepadamu kekuatan untuk senantiasa sibuk berusaha mendekatkan diri kepada-Mu Wahai Dzat yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, Wahai Dzat yang Maha Pengasih. Semoga Sholawat dan salam tetap tercurahkan buat Junjungan Alam Nabi Agung Muhammad SAW dan segenap keluarga dan sahabatnya.

Read more!
Read more!

Selasa, 16 November 2010

Khutbah Idul Adha 1431 H

الله أكبر 9×

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَإلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.

إِنَّ الْحَمْدَ لله هُوَالَّذِي جَعَلَ الْيَوْمَ عِيْداً لِلْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحَّدَنَا بِعِيْدِهِ كَأُمَّةٍ وَاحِدَةٍ، مِنْ غَيْرِ الأُمَم، وَنَشْكُرُهُ عَلَى كَمَالِ إِحْسَانِهِ وَهُوَ ذُو الْجَلاَلِ وَاْلإِكْراَمِ. و اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.أَمَّا بَعْدُ..فَيَأَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَتَمَسَّكْ بِهَذَا الدِّيْنِ تَمَسُّكًا قَوِيًّا وَاسْتَقِمْ فِي سَبِيْلِهِ حَتىَّ يَأْتِيَنَا الْيَقِيْنُ. . يَقُوْلُ اللهُ : فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّيْ أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّيْ أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِيْ إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ. , وَيَقُوْلً أَيْضًا : إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ – فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ – إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ اْلأَبْتَرُ.

Ma’a syiral muslimin rahimakumullah
Hari ini takbir berkumandang di seluruh dunia, membesarkan nama Allah. Gema takbir yang disuarakan oleh lebih dari satu seperempat milyar manusia di muka bumi ini, menyeruak disetiap sudut. Di lapangan, di surau-surau, di desa-desa, digunung-gunung, dikampung-kampung di seluruh pelosok negeri Islam. Getarkan qalbu mu’min, yang tengah khusyu’ dzikrullah, penuh mahabbah, penuh ridho, penuh roja’ –harap-harap cemas akan hari perjumpaan kelak di hari kiamat dengan Sang Khaliq, Sang Pencipta Allah SWT. Pekik suara takbir itu juga kita bangkitkan disini, dibumi tempat kita bersujud. Iramanya memenuhi ruang antara langit dan bumi, disambut riuh rendah suara Malaikat nan tengah khusyu’ dalam penghambaan diri mereka kepada Allah swt.

Download Khutbah Idul Adha versi MS. Word Klik Di sini

Download Khutbah Idul Adha versi PDF Klik Di sini

Download Kumpulan Khutbah Jumat ( ZIP ) Klik Di sini

Takbir itu kita suarakan dengan lantang, tahmid, tasbih dan tahlil juga kita pekikkan dengan mantap, membesarkan nama dan keagungan Allah, memuji dan menyanjung kemulyaan-Nya, mensucikan-Nya dari hal yang mustahil bagi-Nya, memurnikan tauhid dengan mengesakan-Nya dengan sepenuh hati. Dan semua itu, semata berharap ridho-Nya, berharap ampunan-Nya dan karunia anugerah-Nya.

Kita bertakbir, kita bertahmid, kita bertahlil, kita bertasbih, dengan mantap, dengan tegas, dengan penuh semangat. Tidak hanya kita, bahkan segenap kaum muslimin di seluruh dunia, hari ini Hari raya Idul Adha, kita dan kaum muslimin sedunia serentak mengumandangkan takbir, tasbih, tahmid dan tahlil guna mengenang dan memperingati serta memberi makna satu hari yang penuh hikmah dan pelajaran. Dan kita kembali bertahmid, Al Hamdulillah, hari ini kita kembali bertemu dengan salah satu hari besar dan agung dalam agama kita, yaitu hari raya Idul Adha.

Ma’a syiral muslimin rahimakumullah

Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar dan agung dalam agama kita, tetapi kebiasaan dan tradisi di masyarakat kita sering di rayakan tidak semeriah Hari Raya Idul Fithri. Jika pada hari Raya Idul Fithri kita menyediakan berbagai macam makanan, minuman, kue mue yang beraneka macam guna menjamu para tamu yang datang, maka di hari Raya Idul Adha jarang ada yang mengadakan persiapan dengan berbagai macam makanan. Jika pada hari Raya Idul Fithri kita berkunjung ke seluruh kerabat, handai tolan dan teman-teman dekat untuk berhari raya, mengucapkan selamat dan mohon maaf, maka di hari raya Idul Adha kita tak melakukan hal itu. Kalaupun ada, mungkin hanya sebagian kecil dari kita saja. Hal ini sepertinya telah menjadi tradisi turun temurun di masyarakat kita bahwa perayaan hari Raya Idul Adha memang dirayakan tidak semeriah perayaan hari Raya Idul Fithri.

Akan tetapi, dalam menyikapi dan menyambut hadirnya hari raya, baik Idul Fithri maupun Idul Adha, bukan masalah meriah atau tidak dalam merayakannya, meskipun hal itu tetap dirasa penting. Namun yang penting dan paling utama adalah bagaimana kita bisa menata hati dan mempersiapkan jiwa untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat sesuai dengan moment hari raya tersebut. Maka dalam kesempatan ini saya mengajak para hadirin untuk mengetahui hal-hal apa saja yang perlu kita lakukan dalam rangka menata hati dan mempersiapkan jiwa menyambut hari raya, khususnya hari Raya Idul Adha pada tahun ini. Ada banyak hal yang dianjurkan Rasulullah untuk kita lakukan menjelang datangnya hari Raya Idul Adha, diantaranya sebagai berikut :

Kesunnahan Pertama , Berpuasa.

Sangat dianjurkan berpuasa khususnya puasa hari Arofah, yaitu puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu satu hari sebelum datangnya hari Raya Idul Adha. Puasa ini sangat di anjurkan Rasulullah sebagaimana di sebutkan dalam hadits shohih melalui riwayat Imam Muslim dari Abu Qotadah ra, Rasulullah bersabda :

أن رسول الله سُئل عن صوم يوم عرفة ؟ قال يكفر السنة الماضية والباقية.

“ Berpuasa pada hari Arofah karena mengharap pahala dari Allah dan keredhoan-Nya, akan mampu menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya “.

Juga di sunnahkan berpuasa hari Tarwiyah, yaitu puasa tanggal 8 Dzulhijjah, dua hari sebelum datangnya hari raya Idul Adha. Akan tetapi, kesempatan berpuasa ini telah berlalu, karenanya berbahagialah kita yang kemaren berpuasa arofah dan tarwiyah. Sebab dengan melakukan puasa arofah, dosa-dosa kita – dosa-dosa kecil tentunya – selama selang waktu satu tahun sebelum hari raya hari ini dan satu tahun sesudah hari raya hari ini, telah diampunkan oleh Allah SWT. Sebaliknya, tentu sangat disayangkan jika kemaren kita melewatkan kesempatan berpuasa arofah dan tarwiyah pada tahun ini. Hanya tinggal satu harapan, mudah-mudahan Allah memanjangkan umur kita sampai tahun depan, sehingga kita kembali mendapatkan kesempatan untuk berpuasa arofah dan tarwiyah yang Allah janjikan pahala ampunan dosa selama dua tahun, setahun sebelum hari raya dan setahun sesudah hari raya.

Ma’a syiral muslimin rahimakumullah

Kesunnahan kedua, Memperbanyak Takbir, Tahmid dan Tahlil.

Ini juga termasuk kesunnahan yang sangat di anjurkan Rasulullah. Rasulullah sangat menganjurkan memperbanyak Takbir, Tahmid dan Tahlil baik pada hari raya Idul Fithri maupun hari raya Idul Adha. Hanya saja bedanya, jika takbir, tahmid dan tahlil pada hari raya Idul Fithri di sunnahkan sejak terbenamnya matahari di hari terakhir Bulan Romadhon hingga naiknya imam / khotib ke mimbar untuk menyampaikan khutbah, maka pada hari raya Idul Adha di sunnahkan bertakbir, bertahmid dan bertahlil sejak fajar shubuh hari Arofah dan terus berlangsung di sunnahkan hingga habis hari tasyriq, yaitu 3 hari setelah hari raya Idul Adha tanggal 11, 12 dan 13 Dzul hijjah. Juga di sunnahkan mengeraskan atau meninggikan suara ketika bertakbir hari raya, sebab dengan demikian akan terlihat betapa besar syiar Islam di mata orang lain yang tidak beragama Islam. Kesunnahan ini tidak hanya berlaku di masjid atau tempat ibadah lainnya, tetapi dimana saja. Tetap sunnah hukumnya bertakbir di sekolah, di rumah, di jalan, di pasar, di toko dan dimana saja selama tempat tersebut diperbolehkan menyebut asma Allah. Selama rentang waktu sejak fajar shubuh hari arofah yaitu subuh hari kamis kemaren hingga hari terakhir hari tasyriq, yaitu senja hari senin yang akan datang, bertakbir dimana saja hukumnya sunnah dan insya Allah ada balasan pahala dari Allah SWT. Karenanya, mari kita amalkan kesempatan meraih pahala ini melalui takbiran hari raya selama rentang waktu yang telah di sunnahkan.

Kesunnahan ke tiga, Melakukan Sholat hari Raya

Sholat hari raya termasuk hal paling pokok dari kesunnahan yang perlu kita lakukan dalam mengisi moment penting hari raya Idul Adha. Praktek pelaksanaannya dapat kita simpulkan sebagai berikut :

1. Sunnah dilakukan baik secara perorangan maupun berjamaah. Bahkan jika misalnya, hari ini ada yang berhalangan melakukannya, maka disunnahkan mengqodho’nya pada hari yang lain.

2. Tempat melakukan sholat hari raya sangat diutamakan melakukannya di masjid. Akan tetapi jika tidak memungkinkan melakukannya di masjid, karena alasan tertentu misalnya masjid tak mampu menampung seluruh jamaah yang hadir , maka boleh di lakukan di luar masjid yaitu di lapangan terbuka. Rasululllah sendiri melakukan hal ini di saat masjid beliau tidak muat menampung semua jamaah.

3. Sholat Hari raya persis sama dengan sholat sunnah lainnya dalam jumlah rekaat dan rukunnya, bedanya dalam sholat hari raya setelah takbiratul ihram di sunnahkan bertakbir sebanyak 7 kali pada rekaat pertama dan 5 kali pada rekaat kedua. Pada masing-masing diantara takbir di sunnahkan membaca Subhanallahi wal hamdulillahi walaa ilaha illallahu waallahu akbar walaa haula walaa quwwata illa billahil aliyyil adhim

4. Pada rekaat pertama setelah membaca Al Fatihah di sunnahkan membaca Surah Qof dan pada rekaat kedua Surah Al Qomar. Jika tidak mampu karena tidak hafal misalnya, boleh membaca Surah Al A’la pada rekaat pertama dan Surah Al Ghosiyah pada rekaat kedua. Jika tidak mampu juga, boleh menggantinya dengan membaca Surah Al Kafirun pada rekaat pertama dan Surah Al Ikhlas pada rekaat kedua.

5. Setelah Sholat hari raya selesai, di sunnahkan juga membaca khutbah. Praktek pelaksanannya persis sama dengan khutbah jumat, hanya saja bedanya khutbah hari raya di awali dengan takbir 9 kali pada khutbah pertama dan 7 kali pada khutbah kedua. Materi yang dianjurkan adalah seputar kisah pengorbanan Nabi Ibrahim atas putranya Nabi Ismail dan ha-hal yang berhubungan dengan masalah kurban.

6. Khusus untuk kaum wanita, secara umum tetap di sunnahkan sholat hari raya, tetapi masalah kehadirannya di mesjid atau di lapangan untuk mengikuti sholat hari raya, terdapat perincian hukum. Perincian ini dijelaskandalam beberapa kitab fiqih, misalnya dalam Hasiyah Al Bajuri dan kitab Bujairimi Wahab, kita akan menemukan beberapa perincian mengenai hukum wanita menghadiri sholat hari raya. Dalam kitab tersebut dijelaskan sebagai berikut :

a) Wanita yang sudah tua, nenek-nenek, yang tidak cantik lagi, tidak menarik lagi, juga tidak suka berdandan dan tidak suka memakai parfum dan wangi, terlebih ketika akan berangkat menghadiri sholat hari raya, hukumnya sunnah menghadiri dan mengikuti sholat hari raya di masjid.
b) Wanita yang sudah tua, nenek-nenek, yang tidak cantik lagi, tidak menarik lagi, tetapi masih suka berdandan dan tidak suka memakai parfum dan wangi hukumnya makruh menghadiri dan mengikuti sholat hari raya di masjid.

c) Wanita yang masih muda, para remaja putri, yang masih muda dan cantik serta menarik, tetapi tidak suka berdandan dan tidak suka memakai parfum dan wangi serta berpakaian yang tidak berlebihan, hukumnya makruh menghadiri dan mengikuti sholat hari raya di masjid.

d) Wanita muda, para remaja putri, yang masih cantik serta menarik, tetapi suka berdandan dan suka memakai parfum dan wangi serta berpakaian secara berlebihan, misalnya memakai pakaian yang minim dan transparan, maka haram makruh menghadiri dan mengikuti sholat hari raya di masjid.

Saya merasa perlu menyampaikan hal ini, sebab tradisi di masyarakat kita, ketika hari raya tiba, kita semua berduyun-duyun kemasjid, termasuk para wanita dan remaja putri. Sholat hari raya tetap di sunnahkan melakukannya bagi siapapun, tetapi khusus wanita muda dan remaja, ada batasan tertentu yang harus diperhatikan. Kesimpulannya, jika kaum wanita yang masih muda dan cantik tetap ingin hadir di masjid ketika hari raya, agama tidak melarang dengan tegas, tetapi memberi hokum makruh saja, tetapi dengan catatan aman dari fitnah, tidak berdandan, tidak memakai minyak wangi dan tidak mengenakan pakaian yang berlebihan, tidak minim dan transparan. Sekali lagi hal ini perlu saya sampaikan dan mudah-mudahan tidak disalahfahami, sebab tentu kita tidak ingin ibadah yang kita lakukan yang dengannya kita berharap pahala, tetapi ternyata justeru mendapat dosa.

Kesunnahan ke empat, Menyembelih hewan Qurban

Setelah Sholat Hari Raya selesai di lakukan, kaum muslimin dimanapun berada melakukan syariat penyembelih hewan qurban. Hewan yang boleh di gunakan sebagai qurban adalah kambing, sapi atau kerbau dan onta. Mengenai hukumnya para ulama berbeda pendapat. Menurut pendapat Rabi’ah (guru Imam Malik), Al Auza’i, Abu Hanifah, Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya, Laits bin Sa’ad serta sebagian ulama pengikut Imam Malik, hukum berkurban bagi yang telah mampu dan memenuhi syarat adalah wajib, sedangkan menurut pendapat mayoritas ulama, khususnya dalam madzhab Imam Syafii, hokum berkurban bagi yang telah mampu adalah sunnah muakkadah. Kemudian, mengenai waktu penyembelihannya menurut syariat adalah sejak selesai Sholat Idul Adha sampai habis hari tasyriq. Jika penyembelihan dilakukan sebelum sholat hari raya atau sesudah habis hari tasyriq, maka penyembelihan tersebut tidak dihukumi sebagai penyembelihan hewan Qurban, tetapi hanya penyembelihan biasa.

Ma’a syiral muslimin rahimakumullah

Kesunnahan berkurban ini berdasarkan sejarah adalah dalam rangka mengenang kisah penyembelihan yang dilakukan Nabi Ibrahim atas putranya Nabi Ismail. Dan pengorbanan Nabi Ibrahim ini ketika akan menyembelih putranya selalu kita fahami hanya dengan kesiapan kita untuk menyembelih hewan qurban sebagaimana yang dilakukan Nabi Ibrahim. Maka kita berlomba-lomba mengumpulkan dana semata-mata tujuannya agar bisa berkurban, bahkan tak jarang kita dengar ada sekelompok masyarakat kita yang mengadakan arisan kurban. Hal ini merupakan hal yang baik dan tidak ada larangan, bahkan memang jika telah mampu, sunnah muakkadah hukumnya melakukan qurban. Akan tetapi kita sering lupa bahwa sesungguhnya ada pelajaran penting dari peristiwa kurban yang dicontohkan Nabi Ibrahim. Setidaknya ada dua pelajaran yang dapat kita ambil :

Pertama, Teladan keikhlasan dan keredhoan hati dalam menerima perintah Allah.

Penyembelihan atas diri putra kesayangan sesungguhnya berdasarkan mimpi yang dialami Nabi Ibrahim. Dalam mimpi nya beliau mendapat perintah Allah untuk mengorbankan putranya. Hal ini di ceritakan Allah dalam Al Quran Surah Ash-Shoffat 102 :

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّيْ أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّيْ أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِيْ إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar".

Bagaimana respon Nabi Ibrahim ketika mendapat perintah Allah yang sangat dahsyat beratnya ini ? Dengan sigap dan mantapnya beliau menerimanya. Perintah Allah untuk mengurbankan putra kesayangannya Nabi Ismail segera dilakukannya. Peristiwa ini sungguh sangat luar biasa. Bagaimana tidak ? bagaimana mungkin seorang ayah akan tega menyembelih putranya laksana hewan dengan tangannya sendiri dan berada di hadapannya ? Akan tetapi Nabi Ibrahim telah menerima perintah ini dari Allah, maka dengan penuh keikhlasan beliau siap melakukannya. Yang lebih luar biasa Ketika perintah ini di sampaikan kepada putranya Nabi Ismail, putranya melakukan hal yang sama sebagaimana ayahandanya. Nabi Ismail dengan senang hati, penuh keikhlasan dan keredhoan hati. Sekali lagi, peristiwa ini sangat luar biasa. Bagaimana mungkin seorang anak mau dan rela mati di tangan ayahandanya ? Dengan cara yang menurut kita tidak manusiawi, yaitu di sembelih. Kita akan semakin terpana dan tertegun jika mentadabburi kisah penyembelihan ayah atas putranya ini. Bagaimana mungkin seorang ayah bersama putranya sepakat dan satu hati untuk menyembelih dan di sembelih. Masya Allah…sebuah pelajaran luar biasa tentang ketaatan atas perintah Allah, teladan yang amat dahsyat tentang keikhlasan dan keredhoan hati dalam menerima perintah Allah. Dan ini sesungguhnya yang ingin diteladankan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kepada kita, bukan sekedar meneladani pengurbanan dan penyembelihannya, tetapi teladan tentang ketaatan, teladan keikhlasan dan keredhoan hati serta teladan ketaqwaan yang luar biasa. Sayangnya, kita selalu memahami hal ini hanya dengan kesiapan kita untuk menyembelih hewan qurban sebagaimana yang dilakukan Nabi Ibrahim. Nah, siapkah hati kita untuk taat, patuh, ikhlas dan redho serta siap sedia melakukan semua perintah Allah ? Tentu hati nurani kita masing-masing yang akan menjawabnya.

Kedua, teladan pembelajaran dan pendidikan anak.

Dalam kisah penyembelihan Nabi Ibrahim atas putranya Nabi Ismail, sesungguhnya juga ada teladan pendidikan terhadap anak-anak kita. Kita melihat bagaimana kesiapan hati Nabi Ismail ketika Ayahanda menyampaikan perintah Allah untuk menyembelihnya. Kita juga melihat bagaimana putra asuhan wahyu ini menghadapi dan menerima perintah Allah dengan penuh kesabaran, ketaatan dan keteguhan hati, bahkan dengan kwalitas ketaqwaan yang luar biasa. Putra asuhan wahyu ini menjawab dengan lapang dada dan senang hati, katanya kepada ayahandanya : Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

Masya Allah…betapa bahagianya orang tua yang memiliki anak yang sholeh dan taat seperti Nabi Ismail. Betapa bahagia orang tua yang memiliki kesabaran, keteguhan hati dan ketaqwaan luar biasa seperti Nabi Ismail. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana konsep dan metode pembelajaran dan pendidikan yang diterapkan Nabi Ibrahim sehingga sukses melahirkan putra yang berprestasi dalam hal teladan ketaatan, ketaqwaan dan kesholehan ini ? Al Quran menjelaskan hal ini tentang bagaimana kiat Nabi Ibrahim dalam mendidik putra-putranya.

Pertama, Nabi Ibrahim telah mendidik putra-putranya sejak mereka belum ada. Jauh hari Nabi Ibrahim senantiasa memanjatkan doa agar dianugerahi anak-anak yang sholeh. Kita tau – melalui catatan sejarah yang sampai kepadaa kita – Nabi Ibrahim telah menanti cukup lama kehadiran putra belahan hati pelanjut estafet kenabian dan kesholehan. Hal ini karena isteri beliau, Saroh, tak juga melahirkan putra. Namun dalam penantian panjang ini, Nabi Ibrahim tiada henti memanjatkan doa akan hadirnya sang putra, putra yang sholeh, putra yang akan mampu menyambut estafet kenabian. Al Quran menceritakan hal ini dalam surah Ash Shoffat 100 :

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ.


Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh.
Ini pelajaran penting bagi kita, bahwa kita harus senantiasa berdoa untuk mendapat anugerah putra-putri yang sholeh dan sholehat. Dan inilah pendidikan jangka panjang buat anak keturunan yang dicontohkan Nabi Ibrahim sejak mereka belum ada lagi. Maka sudah seharusnya, kita semua, orang tua anak-anak kita memanjatkan doa di setiap kesempatan. Tidak hanya untuk memanjatkan doa memohon anak yang sholeh, tetapi sekaligus pembelajaran dan pendidikan buat anak-anak kita kelak.

Ma’a syiral muslimin rahimakumullah

Yang kedua, kiat Nabi Ibrahim dalam mendidik putranya adalah pemilihan yang tepat untuk perkembangan jiwa dan mental anak. Ketika Nabi Ismail masih dalam keadaan bayi, Nabi Ibrahim telah memilihkan tempat dan lingkungan yang tepat buat perkembangan kejiwaan putranya Nabi Ismail. Dipilihnya sebuah lembah yang saat ini di kenal dengan nama Mekkah.
Lingkungan pendidikan yang dipilih Ibrahim untuk putranya ini bersih dan stril dari virus aqidah dan akhlaq. Beliau jauhkan dari putranya, berhala dunia, fikiran sesat, budaya jahiliyah dan prilaku sosial yang tercela. Lingkungan pendidikan ini dipilih agar fikiran dan jiwanya terhindar dari kebiasaan buruk di sekitarnya. Selain jauh dari perilaku yang tercelah, tempat pendidikan Ismail juga dirancang menjadi satu kesatuan dengan pusat ibadah ‘Baitullah’. Hal ini dipilih agar Ismail tumbuh dalam suasana spritual, beribadah (shalat) hanya untuk Allah SWT. Kiat ini sangat strategis karena faktor lingkungan sangat berpengaruh kepada perkembangan kejiwaan anak di sekitarnya. Pemilihan tempat (bi’ah) yang strategis untuk pendidikan Ismail secara khusus Allah SWT abadikan dalam al-Qur’an, sebagaimana firman-Nya:

رَبَّنَا إِنِّيْ أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوْا الصَّلوةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاس ِ

تَهْوِيْ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ.


Artinya: "Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Aku Telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur." (Q.S. Ibrahim : 37)

Pelajaran yang harus kita petik dari kiat sukses pembelajaran dari Nabi Ibrahim ini adalah bagaimana kita memilihkan tempat yang sarat pendidikan agama buat anak-anak kita. Jika kita memimpikan putra yang memiliki wawasan agama yang luas, mendambakan putra-putri yang beraqidah mantap dan penuh keyakinan, maka kita wajib memilihkan tempat yang tepat. Masukkan mereka ke madrasah-madrasah, pondok pesantren dan tempat pendidikan lainnya yang sarat dengan nuansa agamis. Insya Allah putra-putri kita akan menjadi sosok-sosok tangguh yang memiliki kekuatan agama, aqidah dan iman yang luar biasa. Tidak hanya itu, mereka juga akan memiliki wawasan yang luas tentang agama dan ujung akhir dari hal ini adalah lahirnya anak sholeh yang tidak hanya siap berkorban untuk agamanya, tetapi juga siap melanjutkan estafet kehidupan penuh nuansa agama dari orang tuanya.

Ma’a syiral muslimin rahimakumullah

Kiat Ketiga, Kurikulum pendidikan Ibrahim juga sangat lengkap. Muatannya telah menyentuh kebutuhan dasar manusia. Aspek yang dikembangkan meliputi: Tilawah untuk pencerahan intelektual, Tazkiyah untuk penguatan spiritual, Taklim untuk pengembangan keilmuan dan Hikmah sebagai panduan operasional dalam amal-amal kebajikan. Muatan-muatan strategis pendidikan Ibrahim tersebut, Allah SWT telah jelaskan secara terperinci dalam firman-Nya:

رَبَّنَاوَابْعَثْ فِيْهِمْ رَسُوْلاً مِنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ ءَايَاتِكَ ةَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيْهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ


"Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana." (Q.S. Al-Baqarah : 129)

Kiat ke empat, Misi pendidikan Ibrahim adalah mengantar Ismail dan putra-putranya mengikuti ajaran Islam secara totalitas. Keta’atan ini dimaksudkan sebagai proteksi agar tidak terkontaminasi dengan ajaran berhala yang telah mapan di sekitarnya. Dan ini yang selalu di wasiatkan Nabi Ibrahim kepada putra-putranya. Allah SWT menjelaskan wasiat dan pesan Nabi Ibrahim ini dalam Al Quran :

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيْمُ بَنِيْهِ وَيَعْقُوْبُ يَا بُنَيَّ إِنَّ الله اصْطَفَى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلاَ تَمَوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.


"Dan Ibrahim Telah mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telah memilih agama Ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (Q.S. Al Baqarah : 132)

Nabi Ibrahim sangat konsisten dengan misi mengantarkan putra-putranya memiliki tauhid dan aqidah yang kuat, tidak pernah terpengaruh predikat dan titel-titel selain keshalehan. Dalam mentransfer nilai kepada anaknya, Ibrahim selalu bertanya Maata’buduuna min ba’dii bukan Maata’kuluuna min ba’dii. "Nak, apa yang kau sembah sepeninggalku?" bukan pertanyaan "Apa yang kamu makan sepeninggalku?" Ibrahim tidak terlalu khawatir akan nasib ekonomi anaknya tapi Ibrahim sangat khawatir ketika anaknya nanti menyembah tuhan selain Allah SWT.
Pendidikan Nabiullah Ibrahim memang patut dicontoh. Beliaulah satu-satunya nabi yang berhasil mengantar semua anaknya menjadi nabi. Dan dari keturunan anak cucu beliau muncul nabi akhir zaman, yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Bagaimana dengan hasil pendidikan kita. Susah untuk membandingkannya, realitas anak didik kita hari ini sangat jauh dari hasil yang dicapai Ibrahim mendidik anak cucunya. Kita harus jujur bahwa hari ini kita mengalami degradasi moral yang parah. Para anak didik kita kehilangan orientasi dan celupan nilai. Yang terjadi adalah penetrasi budaya luar membentuk prilaku baru yang jauh dari nilai-nilai keislaman.

Ma’a syiral muslimin rahimakumullah

Demikianlah khutbah dapat saya sampaikan. Mari kita kembali menata hati dan memantapkan jiwa untuk mengisi sisa-sisa hari dari usia kita dengan amalan sholeh, kita tingkatkan prestasi ibadah kita kepada Allah SWT dan mari kita mencoba mensetting kembali model dan kiat pembelajaran dan pendidikan buat anak-anak kita, sebab anak sejak dia lahir, memang suci bersih, yang menyebabkan dia kotor dan ternoda, karena orang tua yang tidak bijaksana dalam menciptakan suasana dan lingkungan pembelajaran. Anak yang tumbuh dan berkembang dalam suasana pendidikan yang penuh religius, tentu akan tumbuh berkembang pula menjadi anak yang penuh tauhid dan sholeh. Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk meneledani Nabi Ibrahim dan putranya dalam hal teledan ketaatan, kesalehan, ketaqwaan, kesabaran dan keteguhan iman. Amin ya Raobbal alamin.



Khutbah Ke dua

لله أكبر 7×

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَإلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.

إِنَّ الْحَمْدَ لله, نَحْمَدُهُ حَمْدًا مَنْ عَرَفَهُ, وَنَشْكُرُهُ عَلَى إِدْرَاكِ ذِيْ الْحِجَّةِ وَيَوْمِ بَرَكَةِ. و اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.أَمَّا بَعْدُ..فَيَأَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَتَمَسَّكْ بِهَذَا الدِّيْنِ تَمَسُّكًا قَوِيًّا وَاسْتَقِمْ فِي سَبِيْلِهِ حَتىَّ يَأْتِيَنَا الْيَقِيْنُ. . يَقُوْلُ اللهُ : إن الله وملئكته يصلون على النبي يا أيّها الذين أمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. وَرَسُوْلُهُ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ, كما صليت على إبراهيم وَعَلَى آلِ سيدنا إبراهيم وبارك عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كماباركت على سيدنا إبراهيم وَعَلَى آلِ سيدنا إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد. اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنَهُمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَاجْعَل فِي قُلُوْبِهِم الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنا وَأَصْلِحْ لنا دُنْيَانا الَّتِي فِيهَا مَعَاشِيْنَا وَأَصْلِحْ لنا آخِرَتنا الَّتِي فِيهَا مَعَادِيْنا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لنا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لنا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

اللّهمَّ أَعِزَّ الإسْلاَمَ وَالمسلمين وَأَذِلَّ الشِّرْكَ والمشركين وَدَمِّرْ أعْدَاءَ الدِّينِ وَاجْعَلْ دَائِرَةَ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ يا ربَّ العالمين. اللّهمَّ بَارِكْ لَنَا بِهذَا الْعِيْدِ الْمُبَارَكَةِ وَارْزُقْنَا زِيَارَةَ بَيْتِكَ الْحَرَّمِ وَقَبْرِ نَبِيِّكَ عَلَيْهِ الصَّلاةُ وَالسَّلامُ فِى السّنَةِ الْقَدِيْمَةِ بِرحمتك يا أرحم الراحمين.

رَبَّنا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

وصَلِّ اللهمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سيدِنا مُحَمّدٍ وعلى آلِهِ وصَحْبِهِ وَسلّم والحمدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.






Read more!
Read more!

>
Free Blog Content

Powered by Blogger

Berlangganan
Entri [Atom]